Skip To: Content | Sidebar | Footer
Sitemap   

Status : Diperbantukan untuk project kritis

Adding man power to late project make it later—Frederick Brooks. Mythical Man Moth.

Pernah nggak anda diperbantukan untuk suatu pekerjaan / project software yang kritis. Deadline sudah dekat tapi masih banyak yang harus diperbaiki ?
Kalo menurut Brooks, praktek “mendatangkan bala bantuan” dianggap malah memperlambat project. Alasan paling kentara karena si anggota baru harus belajar tentang project tsb. Dan tak jarang proses belajar ini membutuhkan tenaga person lama di project tsb.

So ada waktu yang terbuang untuk mentraining person baru. Person baru juga butuh “knowledge catch-up” : memahami business domainnya, memahai arsitektur software, memahami nama field dan tabel di database, memahami issue sekuritas sampai mengetahui target mesin untuk deployment nantinya.
Meski ada dokumentasi, tetep butuh waktu.

Saya pernah berada di situasi harus mentraining anggota baru. Dan terbukti Brooks benar. Project tambah molor.

Dari sudut pandang manajemen biasa, menambah resource untuk mem-bolster satu task adalah praktek yang umum. Tapi di software management ? Hell no way !!!

Kondisi ini analog dengan berpikir bahwa 9 orang ibu bisa melahirkan seorang bayi dalam waktu 1 bulan.

Ini nilai yang saya percayai. At least, I WAS believe in this rule.

Realitas, dunia tidak melulu harus by the book. Aturan tetap aturan. Gampang dibengkokan. Contoh saat ini saya sedang diperbantukan untuk menyelesaikan satu project. Short notification, cuma 3 hari diberitahu. Dan ternyata : baik-baik saja. Memang ada satu dua pengalaman project serupa yang membantu, tapi keseluruhan business domainnya saya kosong, Nothing, null, void alias ndak ngerti.

Pelajaran yang saya ambil, nggak akan diajarkan dengan sekolah manapun, yaitu :


  • Kalau mau nambah orang, cari yang setidaknya punya pengalaman serupa. Baik itu pernah koding dengan teknik yang sama, atau lebih bagus lagi pernah terlibat di project yang sama.

  • Jangan coba paksa person baru dengan belajar business domain. Tapi beri saja inputnya apa dan output pekerjaannya bagaimana. Harus lengkap dengan contohnya. Anggap proses ditengahnya adalah bukan urusanmu.

  • Percayalah bahwa deadline bisa memicu kreativitas diluar batas kewajaran.. kekeke… Anda yang pernah kerja diawasi langsung oleh klien pasti tahu betul.

  • Spaghetti code jelas diperbolehkan. Make it work then make it fast. Refactoring is a must but, later.

  • Kecuali person baru ini kemampuan analisisnya huueebat, jangan serahkan pekerjaan reporting kepadanya. Reporting adalah pekerjaan berulang membosankan tapi butuh pemahaman business domain yang komprehensif.

Sedapat mungkin, hehehe… selesaikan project on budget on time donk. Jadi tidak usah ikut praktek butir-butir diatas.

Satu lagi. Karena urusan “bantu-membantu” ini saya mulai mengerti raison d’etre, atau tao atau zen, dari Test Driven Development . Saya rasa setelah project selesai, saya akan invest waktu untuk total xtremist.. keke…

Gtg, another exception has just thrown…

Leave a comment

Keep it polite and on topic.
Your email address is required, but won't be displayed.

Remember
Textile Help
_emphasis_
*strong*
-deleted text-
@[email protected]
"link text":http://link.url
!http://image.url!
ABC(Always Be Closing)
  this is not Spam.
preview

:

Feb 15, 04:42 PM