Go to content Go to menu

Q : Anda bisa berjualan pisang goreng di tengah kuburan malam-malam?
A : Bisa!

Spanduk

Yang perlu anda lakukan adalah menaruh spanduk besar tentang “Pisang Goreng Kuburan” ditempat yang sering dilewati tukang ojek, abang becak, om bajaj, dan segenap profesi kasta ekonomi menengah kebawah.

Dekat pasar basah juga bisa. Intinya, taruhlah ditempat yang dilalui oleh banyak market niche “Pisang Goreng Kuburan”.

Setelah ada spanduk, fakta bahwa anda berjualan di less-desireble-market-venue jadi tidak penting lagi. Orang-orang sudah tahu tentang “Pisang Goreng Kuburan”. Cuma masalah waktu buat mereka untuk datang ke warung anda.

Didorong rasa penasaran atau sekedar lewat dalam perjalanan mencari wangsit nomer buntut di makam sebelah, orang-orang akan datang dan beli.

Jaga Ciri Khas Pisang Goreng

Saat pembeli datang, perlakukan mereka seperti pak haji juragan ojek. Suguhi mereka dengan pisang goreng dengan rasa khas, unik, orisinil, dan mengenyangkan.

Bisa saja anda beli pisang goreng secara grosir dari tempat lain. Tapi orang lebih suka makan pisang goreng yang fresh from the wajan. Pertimbangkan pula biaya distribusinya. Pisang goreng grosiran selain basi, jatuhnya juga mahal.

Jadi lupakan untuk beli grosir dari tempat lain.

Atur Konfigurasi Warung Secara Efektif

Berhubung anda berdagang dikuburan, coba juga otak-atik konfigurasi warung anda. Pakai warna yang mendukung. Lihat mana yang lebih teduh dimata. Yang lebih usable. Jika sudah, tentukan apa harus pakai kursi atau cukup kelesotan menggelar tikar? Cari mana yang lebih accesible.

Anda punya pisang goreng yang asyik. Warung yang cihuuy.
Jika suasananya nyaman, mereka pasti betah berlama-lama.
Orang-orang senang, omsetpun meningkat.

Tapi jangan larut asyik mengatur layout warung anda. Komoditas utama tetap pisang goreng. Kali ini boleh menambah jenis pisang goreng secara bertahap.

Jangan Jual Jajan Pasar dan Kemenyan

Perhatikan keluhan pelanggan anda tentang rasa dan harga masing-masing kategori pisang goreng. Terlalu banyak jenis pisang goreng, bisa dianggap membingungkan. Terlalu sedikit kategori pisang, bisa-bisa anda dianggap tidak kredibel untuk buka untuk warung kelas kuburan.

Jangan sporadis pula untuk mendiversifikasi usaha.

Mentang-mentang sudah ramai, anda ingin menjual kue lapis legit atau hamburger. Bisa sih bisa. Tapi coba cari yang match dengan pisang goreng donk. Jemblem, klepon, atau bikang bisa dicoba. Kue lemper, yang katanya bisa bikin sirah mblinger sekonyong-konyong koder, juga layak dijadikan alternatif.

Anda mungkin melihat peluang pasar lain : ada pelanggan yang hobi cari wangsit dikuburan. Tapi jangan sampai tergoda jualan paket hemat jajan pasar, bunga mawar kamboja, dengan bonus kemenyan. Mereka datang kewarung anda cari pisang goreng kok.

Trend Setter

Di tahun 80-an, siapa sih yang mau beli air minum dengan harga lebih mahal dari bensin?

Sama seperti “Pisang Goreng Kuburan”. Siapa yang menyangka bisa laris?
Lalu munculah warung serupa.

Biasanya sih, ga sedikit yang berusaha meniru dagangan anda. Jangan heran kalau ada warung yang menjiplak mentah-mentah konfigurasi warna dan tataletak kursi warung anda. Tenang saja, orang-orang tahu kok mana yang orisinil, mana yang paselu.

Tapi jangan jegal para plagiat. Didik mereka, beri resep rahasia pisang goreng anda kalo perlu. Tentu saja dengan perjanjian bagi hasil yang adil.
Yang awalnya musuh, bisa jadi franchiser anda. Tidak perlu gontok-gontokan di lautan darah, tapi marilah kita berenang di lautan biru.

Dijaman ini kalau mau cepat maju, maka coba berjalan bersama.

Cawan Suci (The Holy Grail) Untuk Jualan Pisang Goreng

Modal awal untuk pasang spanduk sekitar 25 ribu rupiah untuk 2 minggu pasang. Kalau mau bayar 10 ribu tanpa kuitansi ke petugas stempel, bisa dapat satu bulan (personal experience nih).

Masalahnya, spanduk yang dipasang didekat pasar mana ada yang bertahan lebih dari tiga hari? Di hari keempat, spanduk sudah jadi dasar/alas dagangan dipasar. Kalo kain spanduknya bagus, pasti sudah disulap jadi kolor.

Meski begitu, tidak usah berkecil hati. Alasan orang-orang terus datang ya karena pisang gorengnya enak. Pelanggan tidak kuciwa, karena setiap datang selalu ada pisang goreng hangat. Enak, unik, orisinil, dan tidak basi.

Jangan heran, anda akan mendapati pelanggan baru berdatangan. Bukan karena si pelanggan baca tulisan promo di kolor bekas spanduk. Mereka datang karena diberitahu tukang ojek langganan bahwa ada warung pisang goreng enak di kuburan.

Pelanggan yang lain, datang karena diberitahu tukang bajaj. Cukup dengan fokus ke kualitas pisang goreng, anda dapat evangelist-evangelist handal tanpa training tanpa anggaran komisi.

Duh, bayangkan. Multiple stream of information channels dipadu dengan pemasaran tradisional tutur tinular dari mulut ke mulut. Tidak peduli mau jualan di Mars ataupun Venus, tutur tinular adalah cara paling alami. Memangnya anda bisa diam sehari tanpa berbicara sedikitpun?

Jika anda menemukan cara menjual yang lebih efektif dari ini, maka silahkan bikin firma konsultan bisnis. Bikin buku juga. Saya jamin firma konsultan anda laris. Minimal anda bisa dipanelkan bareng pak Hermawan. Dijamin kondang. Padahal cuma berbekal pisang goreng.

Enak enak enak…