ha? innalillah wa inna ilaihi rojiun..
@vavai, kata "mati" di lidah andry karna logat dan bahasa jawanya itu kali. ne' ngomong jowo mis. ngene: ono toyota kelindes traktor mobile ra po po ning wonge mati. keren to mobile (sori jadi oot ngomongin mobil keren)
Arie, Thanks buat penjelasannya.
Buat Mpitz & Andriansah, tentu saja bukan soal "hegemoni bahasa". Kalau ada sanak saudara yang wafat rasanya akan lebih luwes menggunakan kata meninggal, bukan mati. Mati biasanya diasosiasikan ke non manusia.
Oh ya, tentu saja ini tergantung preferensi masing-masing soal kata. Kata toh bisa banyak arti tergantung pengungkapannya. Kata yang sama bisa banyak arti, kata yang berbeda bisa sama arti.
Anyway, thanks buat responnya...
mati, mampus, meninggal, tewas, modar, dll mempunyai makna yang sama NAMUN digunakan pada kondisi yang berbeda..... Dan pemakaiannya umumnya tergantung pada sifat dan kesantunan penggunanya. Misalnya bunting dan hamil bermakna sama tapi lebih terasa halus bila digunakan kata hamil. Ngentot (maaf) tentunya terasa sangat kasar bila dibandingkan dengan 'berhubungan badan'. Tapi kurang perlu kalau suatu kata seperti pelacur dicari-cari padanannya menjadi WTS, misalnya atau Banci menjadi Waria.