Skip To: Content | Sidebar | Footer
Sitemap   

leave those kids alone

Warning : Kalo kamu cepat tersinggung dengan kata2 kotor, lebih baik skip post ini. Terima kasih. You have been warned.

Gak biasanya saya ngeblog dalam status Busy, under heavy storm of my own deadline. Tapi fakta satu ini bener-bener keterlaluan dan bikin saya marah :

(Mungkin anda butuh login atau ngeclick iklan untuk mengakses berita dibawah. Kalo click tidak berhasil, cari beritanya di section “Ada Ada Saja”).
Bila Siswa TK Jember Disuruh Demo Telanjang

Hal pertama yang bikin marah :

ketika demo dilakukan para siswa taman kanak-kanak (TK) yang belum mengerti politik, dan diminta beraksi sambil bertelanjang bulat?

Hal kedua,ketiga, dan keempat yang bikin tambah marah :

Pelakunya adalah sekitar 20 siswa TK Kebun Sanggar Bermain (KSB) Mumbulsari, Jember, dengan dipimpin pengasuhnya, Fathur Rochman.

Hal kedua karena itu di Jember, kota kelahiran saya. Ketiga, karena itu di Mumbulsari, searah dengan arah rumah saya, bahkan saya sering lewat TK itu. Keempat, nama pengasuhnya hampir sama dengan nama tengah saya.

Hal kelima :

Ketika anak-anak di bawah umur itu—yang tanpa malu-malu terus menari—, Ketua KSB Fathur Rochman merapalkan mantra duka-lara, dan membawakan bait-bait puisi kegelisahan lewat pengeras suara yang dibawanya

Demonstrasi itu ya ada etiketnya bung. Mau bugil gak masalah seh kalo saya. Mau bikin kalendar bugil koyok film apa itu.. Calendar Girls? Itu pun saya gak keberatan. Mau bugil nari-nari sambil nyanyi Genjer-genjer pun monggo, BUT LEAVE THOSE KIDS ALONE YOU SICKHEAD!

Enam :

Suasana mistis coba dibuat khas Indian. Gerak tari anak-anak telanjang bulat, yang awalnya lambat dan terlihat tak beraturan, kemudian berubah dinamis.

Saya tau orang ini mencoba bersembunyi dibalik kata-kata “atas nama seni” atau “tolong pahami sebagai seni, bukan sebagai pornoaksi”. Kadang tipikal beginian sembunyi dibalik frase : L’art pour l’art. Seni untuk seni. Bueehh juuh… Seni opone. Masuk ke inti dari seni aja nggak !.
Setahu saya, seni yang pake bugil-bugil itu cuma ada dipatung (itupun di eropa sono) dan gak ada yang (maaf) terangsang liat anak kecil bugil nari-nari. Kecuali….. sakit jiwa alias paedofilia. Saya juga pernah ikut teater, jadi “orang gila ala teater”, tapi ya gak bugil dan GAK BAWA BAWA ANAK KECIL.

Tujuh :

Di hadapan anggota dewan yang menerimanya, Gus Oong menjelaskan, apa yang dilakukan anak asuhnya dengan menari bertelanjang bulat tidak lain untuk membuka jendela hati kalangan anggota dewan. “Sebab yang dilakukan para elite politik setiap harinya, khususnya menjelang pilkada ini, sudah sangat telanjang bulat,” jelasnya.

Iyo ngerti pejabat iku yo ngono. Power tends to corrupt. Politik kita memang masih mirip fasis ketimbang demokratis. Cuma yo sebagai ngakunya seniman, ya yang kreatif kalo cari ide. Mbakar DPRD sono kalo berani. Bikin aksi teatrikal yang bermanfaat dan berfaedah mengasah kemampuan teatrikal. Saya tantang ! Atau suruh sundel-sundelmu yang telanjang, Fathur Rochman (maaf..maaf, marah_mode =ON). Namanya saja yang kelihatannya muslim, tapi perilaku psikopat Hannibal Lecter.

Delapan :

Menurutnya, sebagai orang tua maka para elite politik sudah tidak malu-malu lagi saling caci-maki dan bertikai di hadapan anak-anak mereka. “Hanya untuk tujuan politik yang dituhankan, mereka telah memberi contoh tidak sepantutnya bagi anak-anak. Padahal dunia pendidikan sendiri masih carut-marut,” tukas Oong.

Iki lho.. kentara ndak punya VISI YANG JELAS kalo demo. Kalo isu yang ditembak itu pertengkaran politik, apa hubungannya sama anak kecil ?!?. Kalo yang ditembak itu isu pendidikan yang carut marut, lebih efektif demo ke penyuplai buku pelajaran yang sak enak udel’e merevisi buku mengatas namakan kurikulum terbaru demi mencari keuntungan sesaat. Itu lebih tepat. Wes kethok, wong iki pancen niat golek goro-goro.

Sembilan :

“Nak, minta uang pada Bapak,” ujar Gus Oong. Tak pelak, anak-anak yang masih polos itu lalu mengerumuni ketiga anggota dewan tadi untuk meminta uang.

Enuf said. Demo buat cari duit ? Common sense model apa yang dipakai orang-orang bodoh ini ?

10,11,12,13,14,15 :

Usai melakukan aksinya di gedung dewan, anak-anak dan seniman KSB tersebut beranjak menuju gedung KPUD dan kejaksaan negeri (kejari) setempat untuk melakukan aksi yang sama.

Ini namanya orang berbangga atas kesalahannya. May the dark side always be with those people. Amen.

Catatan akhir :
Demo itu gak sekedar turun ke jalan cari perhatian dan tereak-tereak pake megaphone cempreng. Kalo cuma begitu, yang didapet cuma kulit hitam karena kepanasan. Badan sakit dipentungi Branjangan atau Sikatan. Diumpati masyarakat karena sedikit banyak mengakibatkan kemacetan jalan yang tidak berfaedah.

Demo adalah metode penyampaian aspirasi. Di setiap aspirasi, pasti ada issue-issue yang bergulir. BBM kek, pendidikan kek, penggusuran kek, politik dagang sapi kek, dst..dst. Adalah WAJIB hukumnya bagi setiap peserta demo untuk mengerti issue yang dibawa. Tingkat keberhasilan sebuah demo adalah bagaimana sebuah issue bisa tersampaikan dan ditindak lanjuti, paling tidak itu di tataran peserta demo.
So, how in the hell those children would understand those issues ?

Setiap demo yang baik dan benar, pasti membuahkan solusi. Bukannya nyuruh minta-minta uang. Memang, saya pernah menenggarai ada demo yang dimotivasi uang (uang turun, demo berhenti). Bagi saya modus ini amoral. Tapi kalo sampe BAWA ANAK KECIL DISURUH TELANJANG itu namanya amoral kuadrat plus cabul pangkat tiga.

Demo itu datang, lalu penyampaian aspirasi, lalu diskusi untuk sebuah solusi. Mengkritik orang itu gampang, mengkritik dewan apalagi… guampang banget. Saya banyak coding, ya banyak error/exceptionnya. Orang banyak berbuat ya banyak salah. Dewan banyak rapat ya banyak salah. Wajar. Saya lebih menghargai kawan yang datang bawa solusi ketimbang cuma kacang (kakean cangkem) alias ngomong thok.

I wish this nation and the people will be grow wise.

gravatar on
cosa said :
1

wah gila banget ya :(

ini berita kemaren yo? kayaknya kok gak ada di koran... (masuk yg detikportal tadi harus register, males :p)
Leave a comment

Keep it polite and on topic.
Your email address is required, but won't be displayed.

Remember
Textile Help
_emphasis_
*strong*
-deleted text-
@[email protected]
"link text":http://link.url
!http://image.url!
ABC(Always Be Closing)
  this is not Spam.
preview

:

Feb 15, 04:39 PM