Skip To: Content | Sidebar | Footer
Sitemap   

Coretan di Buku

my bookshelf

Saya biasa mengkatalogkan buku koleksi. Memang, tidak se-strict perpustakaan yang dilengkapi tag Dewey. Tapi adanya katalog setidaknya membantu saya mengingat ini buku siapa atau buku saya dipinjam siapa.

Setidaknya, tidak lenyap satu persatu seperti yang dialami Didats :razz:

Meski bukan nomor katalog, saya biasa menandai buku-buku dengan signature yang bernada kurang lebih “eh, ini buku gw, kalo pinjem balikin”.
Secara praktik, di halaman depan saya coreti seperti ini :

  • sebuah tanda tangan,
  • tanggal mulai dimiliki (suka format shortdate misal July 15th, 2005),
  • dan sebuah quote :
    Untuk hari depan yang gemilang

Kalau bukunya diperuntukkan sebagai hadiah ke handai taulan, ya tetap ditandai seperti itu. Hanya saja tanpa tanda tangan dan dilengkapi ucapan selamat sesuai konteks kadonya.
Misal untuk newly wed :

Selamat menempuh hidup baru. Semoga kompak selalu. Dan ingat : cinta tidak bikin kenyang.

Atau untuk yang punya blog baru :
Selamat atas kelahiran blog anda. Narcist-lah hanya secara berkala. Kala sedih, kala senang, kala bete….dst dst

Hehe.. I was kidding yang tentang blog :mrgreen:

Kebiasaan ini saya tiru dari Paman saya. Beliau suka membubuhi tanda tangan beserta quote tersebut di koleksi bukunya.

Tak jarang, bukunya juga penuh coretan tangan catatan kecil di pinggir-pinggir halaman. Pesan beliau : buku itu bagus, tapi jangan hanya dibaca. Tapi harus dikritisi dan sedapat mungkin didiskusikan. Bahkan jika itu buku agama sekalipun.

Saya ingat, beliau mencontohkan “diskusi ala coret-coret buku” dari 4 buku yang saya pilih dari koleksi beliau. Antologi Puisi Rendra, Orang-orang di Kiri Jalan, Madilog, dan Schaum Series Kalkulus (karena ada bab ttg limit integral). Keempat-empatnya dihibahkan pada saya, dahulu sekali, sewaktu SMA.

Alhamdullilah, semuanya masih ada. Lengkap dengan coretan tangan Paman.

Anda juga membubuhi tanda tangan di buku, kan ? Atau mungkin tidak sama sekali ?

gravatar on
didats said :
1

PERTAMA!
eh, didats juga ada tanda tangan...
tapi dasar pelupa aje...

*jitakin yg minjem kaga dibalikin*

Andry : *jitakin didats karena ngejunk di tempat yang tidak semestinya*
gravatar on
doeljoni said :
2

KEDUA !

pertama-tama emang hobbi ngasih 'jejak'
tapi lama-lama jadi males... terutama setelah punya kebiasaan belanja buku yang 'aneh-aneh' dan jumlahnya gak cuman satu.

jadi kepikiran bikin stempel tanda-tangan, kayak di jepang sono

Andry : Saya juga ada stempel. Tapi males makenya, kurang personal.
gravatar on
yanti said :
3

tanda tangan doang, ama tanggal belinya. tapi tetep aja, kalo ditaro di kantor mah suka pindah2 meja :(. ditaro di rumah, banyak yg 'terbang' ke Bogor, ke rumah adek. ya gpp sih kalo gitu mah.

jadi inget, ada penerbit yg namanya Kaki Buku. mottonya, "kami memberi kaki pada buku" atau sejenis itu deh. lah, buku gw terbitan penerbit lain juga tetep berkaki :(.

Andry : Wah... 'sama' !
gravatar on
achedy said :
4

Ada yang lebih seru, bapaknya teman saya. Tiap apa saja yang dibeli - bukan hanya buku - mesti dikasih tanggal. Jadi sehabis beli barang, ia mesti ambil spidol untuk menulisi tanggalnya. Dan akhirnya, nggak ada barang di rumah yang nggak ada tanggalnya.
gravatar on
nana said :
5

aku cuman nulis tanggal beli dan beberapa kalimat di buku-buku yang aku beli/dapet di momen-momen khusus, like a book berjudul nana dikasi di hari ulang tahun sama mantan yang aku tulisin gini *hang on there love* hihihihihihi but i got special stickers printed untuk ditempel dibuku2ku lengkap dengan nama dan alamat :mrgreen:
gravatar on
eQ said :
6

iya dunks..harus ada di setiap buku. Kalo beli buku baru, biasanya di halaman pertama..kalo buku pelajaran ya coretannya di semua sisi, biar gampang kalo mau nyontek :P

Andry : Wah.. jangan mempermalukan nama almamater ya :lol:
gravatar on
'ka said :
7

nope, not at all.. i love keeping my books clean. i don't even wanna buy books with creases on it... forget about markings in it... :)
gravatar on
kusaeni said :
8

" Rp. 1000; / hari "

cuma itu :)
gravatar on
hericz said :
9

hmm...

biasanya tanda tangan, tanggal beli..

kalau ada bagian putih agak luas,kadang-kadang dikasih tulisan :

"thank you mom"
gravatar on
kere kemplu said :
10

saya? komplet: tanda tangan, kios buku yang di mana (mal, stasiun, hotel, bandara, pasar), tanggal, bulan, tahun, dan... nota atau struk pembelian buat pembatas. kadang stiker label harga saya lepas dari plastiknya. sepuluh tahun kemudian, bahkan lebih, baru kerasa sejarahnya. termasuk perjalanan nilai rupiah :) anak saya heran lihat harga buku 10 tahun lalu: "kok dulu murah ya?" :D

celakanya, karena pernah suka main borong dan nimbun, gak sempat nyoretin sejarah itu.

selain struk, pembatas buku adalah bungkus teh celup, tiket bioskop, grenjeng rokok, karcis bus kota, karcis tol dlsb...

Andry : Ide bagus. Saya tiru mulai hari ini !
Leave a comment

Keep it polite and on topic.
Your email address is required, but won't be displayed.

Remember
Textile Help
_emphasis_
*strong*
-deleted text-
@[email protected]
"link text":http://link.url
!http://image.url!
ABC(Always Be Closing)
  this is not Spam.
preview

:

Feb 15, 03:06 AM