Skip To: Content | Sidebar | Footer
Sitemap   

Choices

Seorang kawan lama menanyakan bagaimana pekerjaan saya. Dan kemungkinan apakah saya akan ikut hijrah ke Jakarta atau perusahaan besar lainnya. Mendapat gaji, tunjangan, asuransi, dan pensiun.

Hidup mapan sesuai perspektif Jakarta : Bekerja 5-to-9, bukannya 9-to-5.

Bagi saya pilihannya jelas, 10-15 tahun dari sekarang kehidupan saya akan berkisar pada :

Pertama, berseragam membawa tas berisi map-map. Them, Inc.
Kedua, berpakaian jins t-shirt nenteng laptop. Me, Inc.

Dan saya rasa, atas nama kenaifan dan idealisme yang makin membusuk, saya pilih yang terakhir.

First thing to do : horizontal over vertical market. And do it so damn fast!

gravatar on
mimi said :
1

jins, tshirt, laptop... he kamu nggak ikut2 anne ahira kan??
gravatar on
andry said :
2

maksud saya technopreneur boz :). bukan spammer sialan ala kiyosaki kapitalis licik itu.
gravatar on
jabier said :
3

You're damn right !
Banyak orang membaca Kiyosaki tanpa membaca his background : C'mon, he was one of the CEO in great business in US, a brilliant graduated from Ivory League, so what ? Dia sudah kaya dan pintar dari dulu, dan jelas tidak semua dari kita memiliki potensi "sebesar" yang dia punya.

The moral of the story : Just be yourself, not the others !
Ciao.
gravatar on
andry said :
4

Baca Kiyosaki memang harus memahami dulu Teori Nilai Lebih di Das Kapital. Sosialisme memotong kapitalisme seperti pisau membelah mentega.

Kadang saya juga takut luar biasa keluar dari "lingkaran aman" pegawai-majikan.
Cuma kalo nggak nyoba berarti seluruh idealisme saya cuma omong kosong.
5-to-9 or whatever and be an empty shell ? Apa itu gak kayak zombie di Shawn Of The Dead ? Hell no.
Se-zombie-zombie-nya saya mungkin pilih yang di Dawn Of The Dead.

Btw, ono proyek nggak bos ?
gravatar on
'ka said :
5

maxudnya kerja from 5-9???
gravatar on
andry said :
6

5-9 --> berangkat jam 5 pagi pulang jam 9 malem.
9-5 --> berangkat jam 9 pagi pulang jam 5 sore.

Saya bukannya ingin bermalasan. Saya yakin orang malas tidak bahagia. Saya pernah mengalami fase kerja 5-9 dan itu sangat , IMHO, menyebalkan.
Dateng kerja sudah capek, bahkan untuk baca buku atau menyalakan televisi sudah tak ada tenaga. Apa yang saya kejar ? Setahun sudah cukup dan efek paling jelas hubungan sosial saya yang berantakan.

Dengan pilihan nekad "gak mau kerja kantoran" mengakibatkan jam kerja (saya hitung) sekitar 12-16 jam sehari. Coding, manajemen, riset, organizing, you name it. Setiap hari boleh dibilang lembur, tapi anehnya saya sangat menikmati karena saya tahu saya mau kemana. Seperti melihat diri saya akan menjadi "apa" 10 tahun lagi sejelas melihat film.

Saya gak bilang kalo kerja kantoran itu salah. No. Bisa jadi malah saya yang terlalu naif. Orang kan beda-beda, dan kita semua lagi naik tangga, hanya saja tangganya yang berbeda :)

Kan kita nggak ingin, terbangun di masa tua kita dan menyadari kita sedang berada di puncak tangga yang salah ? saya qutoe dari Dahlan Iskan, waktu kuliah tamu kewirausahaan bertahun lampau

Jadi bagaimana ? Seluruh saran, dukungan, cacian, umpatan, dan keripik pedas pasti saya terima dengan senang hati :)
Leave a comment

Keep it polite and on topic.
Your email address is required, but won't be displayed.

Remember
Textile Help
_emphasis_
*strong*
-deleted text-
@[email protected]
"link text":http://link.url
!http://image.url!
ABC(Always Be Closing)
  this is not Spam.
preview

:

Feb 15, 04:32 PM