Skip To: Content | Sidebar | Footer
Sitemap   

Breidel Breidel !!!

keycuff

Liberty means responsibility. That is why most men dread it. —George Bernard Shaw

Tenang.. tenang, ini bukan yet another relay aksi keprihatinan terhadap Herman Saksono. Anda bisa memonitornya lebih baik via Technorati (feed) untuk itu.

Hanya saja,. kejadian yang menimpanya membuktikan kekhawatiran saya selama ini :

Bagaimana jika hasil karya kita: pikiran, rants, junks, artikel artikel cerdas, gambar rekayasa, joke garing, foto kucing masing-masing, guyonan witty, plugin ga penting, reblogging dari digg atau problogger or whatever, skrinsut gw lagi renang, saran membangun, keripik pedas, dan semuanya yang kita tuangkan di blog masing-masing digunakan sebagai alat untuk menindas.

Menghapus satu post, senarcist, sebasbang, dan segarink apapun, atas dasar paksaan dari pihak lain, dan kita nggak ikhlas melakukannya, bagi saya, itu namanya penindasan.

Membuat satu post lenyap, itu awal dari pembreidelan blog.

Kalau dibiarkan tanpa perlawanan, tanpa strategi, bisa-bisa kita seperti china dimana blog harus didaftarkan ke pemerintah.

Kode Etik
Posisi kita –blogger—beda dengan jurnalis mainstream media (wartawan). Wartawan dalam menjalankan tugasnya dilengkapi dengan kode etik kewartawanan : “meliput dari dua angle berbeda secara berimbang, tidak basbang, dan tidak mencampur adukkan antara fakta dengan opini”

Nah, jurnalisme punya sejarah panjang dengan kasus-kasus seperti ini. Hukum di Indonesia jadi aware dengan jurnalisme. Tapi bagaimana dengan blogging ?

Kita punya kode etik yang ga jauh beda dari jurnalisme, yaitu kejujuran (wetsett prikitiw…). Do what you write, write what you do. Sudah sewajarnya kalo kita juga memiliki hak dalam blogging.

Selama ini, kita hanya mengenal pelanggaran hak cipta. Untuk itulah Creative Commons dan Gerakan Jangan Asal Copy Paste muncul.

Ada pula kasus pemecatan karena karyawan karena kegiatan blogging. Muncul istilah yang kita kenal : Corporate Blogging. Simak Yahoo punya aturan main buat karyawannya (pdf). Demikian pula Sun Microsystem dan perusahaan lain.

Dikemudian hari, akan banyak muncul varian baru kasus pelanggaran seperti ini. Selama kita nggak punya lembaga semacam EFF atau Committe To Protect Bloggers untuk menyediakan bantuan moril dan lebih-lebih teknis secara hukum, kita pasti akan selalu ketinggalan dua langkah.

Tidak percaya kita ketinggalan dua langkah ?
Ok. Sekarang saya tanya pada anda : apa beda parodi, satire, polemik, penghinaan ? Jangan takut untuk menjawab tidak tahu, karena you-know-who kita pun juga tidak tahu.

My Two Cents.

1. Kita butuh ‘sesuatu’. Lebih enak lagi lembaga atau organisasi jadi semuanya jelas.

2. Creative Commons bisa dijadikan dasar lisensi.

3. Sebelum ada lembaga ini, pastikan blog masing-masing punya semacam Disclaimer.
Saya pun tidak tahu pasti bagaimana ini membantu. Tapi beberapa client saya memang membaca blog ini dan saya tidak ingin mereka mencampuradukkan urusan blogging dengan pekerjaan secara tidak sehat. Adanya Disclaimer membantu saya menjelaskan eksistensi blog ini kepada mereka.

4. Jangan lupa backup database blog anda karena akan sangat tidak keren jika entry blog hilang karena kesalahan teknis, ketimbang dipaksa dibreidel :mrgreen:.

5. Jika anda merasa sangat perlu untuk berekspresi tapi masih takut ketahuan, anda bisa ber-anonymous blogging (atau Ghost Blogging menurut Fatih Syuhud). Contoh sukses blog macam ini adalah Mini Microsoft.

6. Terakhir, jangan sering-sering komen balas budi, patuhi orang tua, jangan suka ngebut, dan selalu jauhi narkoba. Anda akan baik-baik saja.

gravatar on
nana said :
1

oot : foto kamu renang? hahahahaha...

*eh ini termasuk komen balas budi ngga yah?* :mrgreen:
gravatar on
doeljoni said :
2

gimana kalo member merdeka sekalian juga di protek sama Andry's modified Creative Common License?
:twisted:

Asyik juga tuh kalo semua blog agregator memberi proteksi begini ke membernya.


** omong kosong gak bertanggung jawab, ngabur nggarap proyek di madura **
:mrgreen:
gravatar on
kus said :
3

jika ada blogger bilang, blogger juga manusia , maka SBY pasti bilang presiden juga manusia.

nah masalahnya kang herman nge post pake bergaya "porn" gitu , gambarnya itu bisa menyebarkan fitnah! nah disitu masalahnya.

kalau cuma ngomong terus ditulis di blog sih takada masalah.

Cuma ya ... bisa menjaga diri, kasihan memang tapi setidaknya itu bisa jadi pembelajaran.

denger2 dijerat UU pelecehan , pencemaran nama baik, dan tindakan tak menyenangkan.

wah kalau ini subversi dong , kaya blog ini.
gravatar on
Deny said :
4

:idea: segera menambahkan disclaimer ke web saya. boleh contek gak textnya? :lol:
gravatar on
andry said :
5

--Nana
Haha.. Not in a million years.

--Doeljoni
There's no silver bullet. Jadi saya lebih suka bawa banyak macem-macem peluru buat jaga. Disclaimer page itu salah satunya.
Selebihnya, saya juga masih agak-agak rancu.

--Kusaeni
Bebas == Bertanggung Jawab.
Kalo semuanya mengatasnamakan kebebasan seenak sendiri tanpa bertanggung jawab, jadinya chaos.
Dan wajar, kalo kebebasan ini lambat laun pasti bersinggungan dan terjadi konflik.

We'll just have to anticipate it. And yes, shit happens. Like yesterday.

Pelajaran buat saya adalah : bagaimana hak saya dalam hukum jika ada seseorang menuntut saya secara hukum pula karena tersungging dengan apa-apa yang ada di blog ini.

Misal : "Berhakkah saya didampingi pengacara saat interogasi ?"
Apa yang harus saya lakukan, when the shit hit fan ?

Dan subversiv itu bagus. Membantu saya berpikir "out of the box". Itu yang bikin kreatifitas programming saya ga tumpul.
Sama seperti melihat sosok Tuhan dari kacamata seorang atheis. Anda pernah ?

--Deny
Silahkan.
gravatar on
agusset said :
6

Bagaimana jika hasil karya kita: pikiran, rants, junks, artikel artikel cerdas, gambar rekayasa,...


Selama tidak bersinggungan dengan orang nomor 1 dan 2 dan atau teman2nya orang nomor 1 dan 2 di Indonesia, maka tidak bakalan berurusan dengan Pulisi.... mungkin! Soalnya jadi orang nomor 1 dan 2 dan atau teman2nya orang nomor 1 dan 2 di Indonesia itu berdampak negatif terhadap psikisnya. Akan timbul kecenderungan mereka menjadi lebih sensitif dan mudah tersinggung jika melihat hal-hal yang kurang berkenan di hati... Makanya ada pasal2 yang melarang menghina orang nomor 1 dan 2... :lol:
gravatar on
alarix said :
7

kalo suatu hari kominfo bikin blogging policy juga buat blogger warga negara indonesia mudah2an kebebasan yg bertanggung jawab milik blogger indonesia tidak berkurang =)
gravatar on
geblek said :
8

ngomong paan sih nih
ngomongin si Roy yah
gravatar on
Ebet said :
9

hmm.. saya lebih tertarik ama yang nomer empat *nyengir garing*
Leave a comment

Keep it polite and on topic.
Your email address is required, but won't be displayed.

Remember
Textile Help
_emphasis_
*strong*
-deleted text-
@[email protected]
"link text":http://link.url
!http://image.url!
ABC(Always Be Closing)
  this is not Spam.
preview

:

Feb 14, 07:25 PM