Skip To: Content | Sidebar | Footer
Sitemap   

Perspectives

For any given question, sometime, we can have more than an answer at hand.

Take for an example, my post about stereotypes of programmers.
My answers were seeing programmers from technical aspects. How a particular person with his/her own personality and tools, solve the problem.

I receive a good respond about it, from my very good friend. (A physical flesh and bone friend, so there's no URL associated to him).

Pasal Licensi di Perjanjian Kerja Sama

Kemarin sore, saya berdiskusi dengan seorang klien tentang perjanjian kerja sama project. Ada satu issue, yang lantas kami sepakat untuk menulisnya secara konkret hitam di atas putih.
PASAL 8.
LISENSI.

1. Lisensi perangkat lunak pengembang (program developer), database, komponen-komponen, instaler, dan lain lain perangkat lunak yang digunakan untuk membuat aplikasi perangkat lunak (……..) menjadi tanggung jawab Pihak Pertama.

2. Pihak kedua tidak bertanggung jawab atas semua tuntutan baik langsung maupun tidak langsung yang timbul karena pemakaian perangkat lunak pengembang tersebut pada ayat 1.


Pihak pertamanya gw, pihak kedua klien, dan pihak ketiga adalah anda sekalian pembaca yang budiman.

Bahasa yang lebih manusiawi dari cuplikan pasal diatas : “tidak boleh menggunakan satupun software illegal”
(menurut saya, bisa lebih "clean")

Marketing Explained

Penjelasan sederhana tentang model-model marketing berikut ini memang luar biasa.
Saya copy-paste dari imel temen.

You're a woman and you see a handsome guy at a party. You go up to him and say, "I'm fantastic in bed,"
That's Direct Marketing.

You're at a party with a bunch of friends and see a handsome guy. One of your friends goes up to him and pointing at you says, "She's fantastic in bed,"
That's Advertising.

You see a handsome guy at a party. You go up to him and get his telephone number. The next day you call and say, "Hi, I'm fantastic in bed,"
That's Telemarketing.

You're at a party and see a handsome guy. You get up and straighten your dress. You walk up to him and pour him a drink. You say "May I," and reach up to straighten his tiebrushing your breast lightly against his arm, and then say, "By the way, I'm fantastic in bed,"
That's Public Relations.

You're at a party and see a handsome guy. He walks up to you and says, "I hear you're fantastic in bed,"
That's Brand Recognition.

You're at a party and see a handsome guy.You talk him into going home with your friend.
That's a Sales Rep.

Your friend can't satisfy him so she calls you.
That's Tech Support.

You're on your way to a party when you realise that there could be handsome men in all these houses you're passing. So you climb onto the roof of one situated toward the centre and shout at the top of your lungs, “I'm fantastic in bed!”
That's Junk Mail.


Dan mungkin saya bisa menambahkan satu lagi.
At the party, everyone listens to this lady. Surround her, node their head, and bought everything she said, "I wrote this book, and blog about it. I know how to make anyone fantastic in bed!"
That's Viral Marketing.

Palugada

tool

Misalnya kita bikin rumah.

Akan lebih murah kalo kita nyewa seorang tukang yang cakap di pondasi, seorang pintar bikin tembok, seorang pandai nyusun atap genteng.

Bisa lebih mahal kalo kita menyewa 3 orang yang sama-sama bisa semuanya alias palugada (apa lu mau gw ada).

Meski tanpa semen dan baja, bikin project-based-software sama persis seperti bangun rumah.
Programmer palugada punya tarip lebih mahal, mestinya.

Tapi ngapain bayar skill yang ga akan kita perlukan ?
Meski diiklan lowongan yang dicari selalu multi-skill, tapi bayaran masih kelas single-skill.

Bandingkan saja dengan US dan Kanada (pdf).

Hiks.

Kejam Jelas Perlu, Tapi…

Fajar pernah tanya : knapa trend usaha it yg dimulai semasa kuliah jarang bisa survive ya ? Menurut saya, bukan pada jenis dan tetek bengek usaha seperti modal dan pasar yang jelas.

Tapi berhubung modal dasarnya adalah hubungan perkawinan perkawanan, tidak ada seseorang yang mau korban perasaan dengan berlaku kejam ke yang lain.

Misal, saya bikin kesepakatan untuk menyiapkan presentasi dalam waktu 1 bulan. Setelah batas waktu itu, si temen bertanya :

“Dry, programmu udah?”

“Belum”

Lalu saya balik tanya : “Terus, Flashmu sendiri udah ?”

“Belum juga. Hehe”

“Riset Xamlonnya si A, apa juga udah?”

“Kayaknya juga belum deh”

Namanya juga temen, kami saling memahami dan memaafkan “Oh ya udah, ga papa”

Nah, beginian ini yang bikin suatu usaha mati muda dalam keadaan miskin. Kalao mau survive, seseorang harus mau jadi diktator : berorientasi hasil ketimbang orientasi perkawanan.

Saya pernah dapet proyek mendadak. Malem jum’at kenalan dengan client, habis sholat jum’atan teken kontrak, senin paginya sudah harus deliver pekerjaan ketempat clientnya client diluar pulau.

Teman-teman waktu itu, udah 2 minggu lebih terkena geek’s block. Tiap hari kerjaannya adalah Age Of Empire II/Frozen Throne, nonton VCD/DVD, dan kasmaran/flirting. Saat itulah, seseorang harus kejam.

Setelah menghitung detail estimasi tugas, kita sepakat semua harus lembur ala romusha (seperti yang sudah diperkirakan). Pengetatan waktu saya lalukan dengan meng-uninstall game dan menyingkirkan kartu kredit rental film.

Tidur pun dibatasi. Jatah kopi ditambah.

Saya sendiri pernah secara brutal menyeret temen dari tempat tidur, mendudukkannya di kursi depan komputer. Komputer saya nyalain. Lalu sembari si kawan masih kriyep-kriyep booting habis baru bangun tidur, saya tanyai :

“Kamu mau kopi, atau extra joss dingin?”

Separuh sadar dan tidak di jawab ““Errrrr……., extra joss anget pake susu”

2 menit kemudian, saya datang membawa joshua anget segelas besar.

Apa saya sadis ? Saya ga peduli. Yang penting pekerjaan selesai hari senin, apapun saya lakukan. Termasuk menyeret teman dari tidurnya. Saya merasa seperti lambang BSD lengkap dengan tanduk kecil dan trisula, hanya saja tidak berwajah cute. Tapi wajah Diablo lengkap dengan taringnya.

Tetep, saya ga peduli.
Whatever it takes, by any neccesary (evil) means.

Hanya saja, jadi kejam seperti itu syaratnya berat. Selain korban perasaan, terlebih dulu harus mau kejam kediri sendiri. Temen-temen tidur 3 jam sehari, saya 3 hari ga tidur. Karena tanpa begitu, saya akan kelihatan seperti orang belagu yang hobinya ngerusak hubungan perkawanan.

Managerial Grid
Lalu, mana yang harus saya prioritaskan ? Hubungan perkawanan atau Orientasi hasil ? Kalau anda melihat Managerial Grid Model ini, pasti menjawab “Ya orientasikan semua, jadilah team player”.

Hehe, easier said than done.

Siapa sih yang tidak ingin disukai teammates dan disegani clients disaat bersaaman ?

Berlaku diktator ke dirisendiri dulu, masih tidak cukup. Paling banter saya hanya mampu beranjak dari koordinat 1.9 (Country Club) ke 9.1 (Dictatorship), dan paling bagus ke 5.5.

Ada yang punya tips cepat membawa tim ke koordinat 9.9 ?
Please do share your experiences and expertises, saya sudah kehabisan ide.